DIMOTOMUZOI, DIA MENGABDI

April 27, 2010 at 4:40 am | Posted in Berita, Uncategorized | Leave a comment

‘’Duabelas KK Mualaf terkucil di Pulau Nias tanpa pembimbing.Apakah mau kita biarkan saja?’’ tantang Direktur Eksekutif Al Azhar Peduli Ummat, Anwar Sani, kepada UstadzQoimuddin Sarabiti.‘’Tidak!’’ jawab Ustadz asal Floresitu.‘’Kalau begitu, Anda berangkat ke sana. Kami yang akan membiayaiseluruhnya,’’ kata Anwar Sani, tanpa bisa ditolak lagi oleh Qoimuddin.Percakapan pada tahun 2008 itu, segera mengubah hidup Sang Ustadz. Dari Metropolitan Jakarta bersama seorang istri dan enam putra-putri, ia memutuskan hijrah sendirian ke sebuah kecamatan terpencil di Pulau Nias, Sumatera Utara. Empat bulan sekali barulah dia boleh menjenguk keluarga di Jakarta.Duabelas KK Muslim yang disebutAnwar Sani berdasarkan laporan M Yusuf Sisus Lombu dari Yayasan Peduli Muslim Nias (YPMN), bermukim di Kecamatan Botomuzoi. Kecamatan ini terletak25 km diselatan Gunungsitoli, ibukota Nias. Mereka semua memelukIslam ketika merantau dan menikah dengan muslimah setempatdi Sumatera Barat, Tapanuli, dan Karo.Kembali ke Nias, mereka tinggal berdekatan dan menjadi komunitaskecil yang terisolasi. Mereka miskin, dan semakin lengkap kemiskinannyalantaran tak punya pembimbing agama maupun saranaibadah.Pasca gempa 2004, Duhusokhi Waruwu, seorang di antara para Mualaf, nekad menemui CamatBotomuzoi,Ajran Chaniago. Dia minta pemerintah membangunkan sebuah mushola kecil untuk mereka.Dia juga menyediakan tanah wakaf,

Jamaah tarawih Masjid Islamiyah dan Al Furqan di Gunungsitoli,mewujudkan impian warga Botomuzoi. Dengan dana Rp 12,5 juta, pembangunan Masjid Al-Furqan dimulai.Walau didukung Bupati dan peletakan batu pertama dilakukan Dandim Nias, pembangunan Masjid Al-Furqan tak berlanjut. Hampir tiga tahun masjid mangkrak. Sampai kemudian YPMN dan Al Azhar Peduli Ummat turun tangan.Kehadiran Ustadz Qoimuddin pada 2008, sungguh membahagiakan warga Botomuzoi. Sang Ustadz pintar menempatkan diri. Dia tidak minta didatangi, tapi rajin bersilaturahim dari rumah ke rumah warga yang jaraknya cukup berjauhan. Meskipun harus menempuh medan yang berat, terutama di musim hujan.Ustadz yang tadinya mau dikirim ke pedalaman Papua ini, tahu betul bagaimana merebut hati dan mencerahkan iman warga terpencil. Tak heran, dalam waktu singkat, 2 KK tetangga komunitas mualaf Botomuzoi,ikut bersyahadat.

‘’Alhamdulillah saat ini sudah 20 KK Muslim yang kami bina,’’ katanya belum lama ini ketika mudik dan mampir ke Kantor Al Azhar PeduliUmmat.Setiap Ahad, jamaah Botomuzoi sekeluarga berhimpun di Masjid Al-Furqan untuk mengikuti pengajian Ustadz.
Sempat menimbulkan kehebohan,tatkala Ustadz Qoimuddin hendak menyelenggarakan sholat Idul Fitri untuk pertama kalinya di Botomuzoi. Penduduk Nias yang mayoritas non-muslim, seakan terhenyak melihat perkembangan komunitas Botomuzoi yang tak mereka sangka-sangka. Apalagi nanti bila Masjid Jami’ Al Furqan yang gagah selesai dibangun para donator Al Azhar Peduli Ummat.
Namun, tantangan eksternal semacam itu hal biasa buat Ustadz yang pernah tiga tahun membina 100 KK Mualaf di perbatasan Timtim-Timor Leste.
‘’Yang saya prihatinkan adalah kemiskinan jamaah Al Furqan. Sampai saat ini masih ada yang tidak mampu membangun rumahnya setelah gempa, sehingga harus hidup menumpang pada orang lain,’’ tutur Ustadz Qoimuddin dengan nada sedih.
Karena itu, selain berharap agar masjid cepat kelar dibangun, Ustadz Qoimuddin juga meminta Al Azhar menyalurkan dana bantuan ekonomi produktif untuk jamaah binaannya. ‘’Agar mereka punya penghasilan dari berdagang,’’ katanya.Ustadz Qoimudin juga berharap kepada kaum muhsinin untuk membangunkan rumah singgah bagianak-anak Botomuzoi yang bersekolah. ‘’Ini semacam asrama sederhana buat mereka, agar sekolah dan ngaji jalan semuanya,’’ tutur Ustadz.Request tersebut dibarengi dengan
komitmen da’i berdarah biru Flores ini untuk melanjutkan masa pengabdian. Tahun ini, masa tugasnya
memang habis.
‘’Saya siap mewakafkan hidup saya untuk dakwah,’’ katanya sambil meneken MoU penugasan kembali untuk dua tahun ke depan

Advertisement

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.