Bencana Pengundang Berkah

January 15, 2008 at 10:55 am | Posted in Artikel | Leave a comment
Oleh Adiwarman Karim (Ketua Dewan Pertimbangan Al-Azhar Peduli Ummat) 
Ingatlah ketika sebagian besar kaum muslimin hijrah ke negeri Habsyi karena kerasnya tekanan penduduk Mekkah.  Sejumlah 101 orang hijrah ke Habsyi, dan hanya menyisakan 52 lelaki dan 29 perempuan di kota Mekah.  Kemarahan penduduk Mekah makin menjadi. Mereka melakukan boikot selama tiga tahun kepada kaum muslimin yang masih ada di Mekah.

Mereka di isolasi di Syi’ib yang terletak di celah bukit di luar kota Mekah.  Mereka tidak dapat berjumpa dengan sanak kerabat selain di bulan Haram.  Mereka terpaksa hanya makan daun-daunan dan kulit-kulit pohon yang tipis, berpakaian apa saja yang dapat dikenakan.Beberapa saat setelah dicabutnya boikot, isteri tercinta Rasulullah saw, Khadijah ra meninggal dunia.  Dan tidak lama berselang, paman yang membesarkan beliau, Abu Thalib juga meninggal dunia.  Inilah tahun dinamakan Rasulullah saw sebagai Amul Huzni atau tahun duka cita.  Ya Rasul salam alaika, Ya Nabi salam alaika, Ya Habib salam alaika, Salawatullah alaika…Ingatlah ketika Rasulullah saw pergi ke Thaif dengan harapan ada diantara mereka yang mendapat hidayah menerima dakwah beliau.  Bukan saja adkwah beliau ditolak, bahkan penduduk Thaif berbaris di jalan-jalan yang dilalui Rasulullah saw, berteriak, mencaci, mencerca, menghina, mendustakan, dan mengancam beliau sambil melemparkan batu, kerikil, pasir kepada Rasulullah saw.  Dengan kaki yang terluka Rasulullah saw berjalan terseok-seok, bahkan diriwayatkan, beliau terpaksa merangkak sambil terus diejek, ditertawakan, dan dicaci maki dengan perkataan yang kasar serta keji. Ya Rasul salam alaika, Ya Nabi salam alaika, Ya Habib salam alaika, Salawatullah alaika…Ingatlah ketika di perang Uhud Rasulullah saw dilempar potongan besi oleh Utbah bin Abi Waqas sehingga terluka wajah dan copot salah satu gigi depan beliau. Ibnu Qam’ah juga melempar potongan besi yang masuk menembus bagian dalam pipi beliau yang ketika dicabut oleh Abu Ubaidah dua gigi beliau ikut tanggal.  Abdullah bin Syihab melempar batu sehingga dahi beliau luka parah.  Ketika melangkah, Rasulullah saw terjatuh kedalam lobang yang digali oleh Abu Amir dan beberapa saat beliau pingsan.  Ali ra dan Talhah segera menolong, beliau tersadar dan dapat berdiri tegak kembali.Ibnu Qam’ah mengira ia telah membunuh Rasulullah saw, padahal yang ia bunuh adalah Mus’ab bin Umair.  Dengan lantang ia berteriak-teriak ”Muhammad telah terbunuh! Muhammad telah terbunuh! Muhammad telah terbunuh!”  Timbul kegoncangan hebat dalam pasukan Muslim.  Sabit bin Dahdah berteriak ”Jika betul Rasulullah saw telah mati terbunuh, biarlah beliau mati.  Karena Allah jualah yang tidak akan mati selama-lamanya.  Berpegang kokohlah pada agamamu.  Allah sendirilah yang akan menolong dan memberi kemenangan”.Ketika perang Uhud usai, Abu Sufyan dengan congkaknya berkata, ”Apakah Muhammad masih hidup? Apakah Abu Bakar masih hidup? Apakah Umar masih hidup? Sungguh mereka telah mati terbunuh.  Bila belum maka jawablah saya.  Menanglah agama Hubal, mulialah agama Hubal.  Bagi kita ada Uzza, dan bagi kamu tidak ada Uzza.  Hari Uhud ini adalah balasan atas hari Badar”.Akhirnya Rasulullah saw menyuruh Umar untuk menjawabnya, “Allah penolong kita, dan tidak ada penolong bagimu.  Tidak sama hari ini dengan hari Badar.  Kematian kita di surga dan kematian kamu di neraka”.  Ya Rasul salam alaika, Ya Nabi salam alaika, Ya Habib salam alaika, Salawatullah alaika…Penderitaan diatas penderitaan, kepedihan diatas kepedihan, kesedihan diatas kesedihan, tidak menggoyahkan keteguhan hati Rasulullah saw dan para sahabatnya.  Mereka pun tidak tahu kapan semua itu akan berakhir, yang mereka tahu pertolongan Allah sungguh amat dekat.Banjir, longsor, gempa bumi, entah apa lagi bencana alam yang akan menimpa kita.  Kita pun tidak tahu kapan ini semua akan berakhir, yang kita tahu Allah Maha Penolong.  Yang kita tahu Allah menggerakkan hati hamba-hambaNya untuk menolong sesama.  Saat ini kita menolong sesama, kali lain kita yang ditolong sesama.Menyerahkah kita kepada bencana yang datang? Berputus asakah kita pada keadaan ini?  Tidakkah hati ini dapat rida akan qada qadar Allah?  Ya Rasul salam alaika, Ya Nabi salam alaika, Ya Habib salam alaika, Salawatullah alaika… Cobaan kami tidak berarti dengan apa yang pernah Engkau alami Ya Rasul… Ampuni kami Ya Allah… Berkahi kami Ya Allah… Jadikan bencana ini penyebab bertambah dekatnya kami kepadaMu, dan pembuka pintu berkahMu.

—————————————
Partisipasi donasi kamanusiaan Anda dapat disalurkan malalui rekening an. YPI Al-Azhar:

BRI Syariah 723-31-16-0018-7
Bank Syariah Mandiri (BSM) 002-011-6222
Bank Danamon Syariah 005-8340-332
PermataBank Syariah 097-100-1828
Bank Central Asia (BCA) 070-303-6691

_________________________________________

Kepedulian Anda akan meringan penderitaan para korban bencana. Insya Allah….  

Advertisement

Leave a Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.