Qurban By Request
October 3, 2011 at 2:41 am | Posted in Uncategorized | Leave a commentKurang lebih sebulan lg kita lebaran haji atau “Idul Adha” yg mau menunaikan ibadah qurban yuk dari sekarang disiapin, boleh lewat Al-Azhar Peduli Ummat,tahun ini qurbannya kami tambah dgn wakaf 1 buah pohon jabon utk 1 ekor kambing dan 7 pohon utk 1 ekor sapi,wakaf pohon anda ditanam dan dikelola scr produktif oleh wakaf Al-Azhar yg hasilnya utk membiayai pendidikan dan dakwah, sekaligus jg kita udah berkontribusi menyumbang oksigen dunia. Qurbannya dipotong diwilayah pelosok yg rawan pangan dan miskin, wakaf pohonnya ditanam dan dikelola. Insya Allah akan menjadi amal ibadah yg akan terus mengalir pahalanya. Harga qurban Kambing Rp. 1.515.000 berat _+30kg, Sapinya Rp. 10.515.000 _+300Kg Alhammdulillah ya sesuatu..Yuk manfaat ibadah qurbannya ditambah.Call Center 021-7221504
DIMOTOMUZOI, DIA MENGABDI
April 27, 2010 at 4:40 am | Posted in Berita, Uncategorized | Leave a comment
‘’Duabelas KK Mualaf terkucil di Pulau Nias tanpa pembimbing.Apakah mau kita biarkan saja?’’ tantang Direktur Eksekutif Al Azhar Peduli Ummat, Anwar Sani, kepada UstadzQoimuddin Sarabiti.‘’Tidak!’’ jawab Ustadz asal Floresitu.‘’Kalau begitu, Anda berangkat ke sana. Kami yang akan membiayaiseluruhnya,’’ kata Anwar Sani, tanpa bisa ditolak lagi oleh Qoimuddin.Percakapan pada tahun 2008 itu, segera mengubah hidup Sang Ustadz. Dari Metropolitan Jakarta bersama seorang istri dan enam putra-putri, ia memutuskan hijrah sendirian ke sebuah kecamatan terpencil di Pulau Nias, Sumatera Utara. Empat bulan sekali barulah dia boleh menjenguk keluarga di Jakarta.Duabelas KK Muslim yang disebutAnwar Sani berdasarkan laporan M Yusuf Sisus Lombu dari Yayasan Peduli Muslim Nias (YPMN), bermukim di Kecamatan Botomuzoi. Kecamatan ini terletak25 km diselatan Gunungsitoli, ibukota Nias. Mereka semua memelukIslam ketika merantau dan menikah dengan muslimah setempatdi Sumatera Barat, Tapanuli, dan Karo.Kembali ke Nias, mereka tinggal berdekatan dan menjadi komunitaskecil yang terisolasi. Mereka miskin, dan semakin lengkap kemiskinannyalantaran tak punya pembimbing agama maupun saranaibadah.Pasca gempa 2004, Duhusokhi Waruwu, seorang di antara para Mualaf, nekad menemui CamatBotomuzoi,Ajran Chaniago. Dia minta pemerintah membangunkan sebuah mushola kecil untuk mereka.Dia juga menyediakan tanah wakaf,
Jamaah tarawih Masjid Islamiyah dan Al Furqan di Gunungsitoli,mewujudkan impian warga Botomuzoi. Dengan dana Rp 12,5 juta, pembangunan Masjid Al-Furqan dimulai.Walau didukung Bupati dan peletakan batu pertama dilakukan Dandim Nias, pembangunan Masjid Al-Furqan tak berlanjut. Hampir tiga tahun masjid mangkrak. Sampai kemudian YPMN dan Al Azhar Peduli Ummat turun tangan.Kehadiran Ustadz Qoimuddin pada 2008, sungguh membahagiakan warga Botomuzoi. Sang Ustadz pintar menempatkan diri. Dia tidak minta didatangi, tapi rajin bersilaturahim dari rumah ke rumah warga yang jaraknya cukup berjauhan. Meskipun harus menempuh medan yang berat, terutama di musim hujan.Ustadz yang tadinya mau dikirim ke pedalaman Papua ini, tahu betul bagaimana merebut hati dan mencerahkan iman warga terpencil. Tak heran, dalam waktu singkat, 2 KK tetangga komunitas mualaf Botomuzoi,ikut bersyahadat.
‘’Alhamdulillah saat ini sudah 20 KK Muslim yang kami bina,’’ katanya belum lama ini ketika mudik dan mampir ke Kantor Al Azhar PeduliUmmat.Setiap Ahad, jamaah Botomuzoi sekeluarga berhimpun di Masjid Al-Furqan untuk mengikuti pengajian Ustadz.
Sempat menimbulkan kehebohan,tatkala Ustadz Qoimuddin hendak menyelenggarakan sholat Idul Fitri untuk pertama kalinya di Botomuzoi. Penduduk Nias yang mayoritas non-muslim, seakan terhenyak melihat perkembangan komunitas Botomuzoi yang tak mereka sangka-sangka. Apalagi nanti bila Masjid Jami’ Al Furqan yang gagah selesai dibangun para donator Al Azhar Peduli Ummat.
Namun, tantangan eksternal semacam itu hal biasa buat Ustadz yang pernah tiga tahun membina 100 KK Mualaf di perbatasan Timtim-Timor Leste.
‘’Yang saya prihatinkan adalah kemiskinan jamaah Al Furqan. Sampai saat ini masih ada yang tidak mampu membangun rumahnya setelah gempa, sehingga harus hidup menumpang pada orang lain,’’ tutur Ustadz Qoimuddin dengan nada sedih.
Karena itu, selain berharap agar masjid cepat kelar dibangun, Ustadz Qoimuddin juga meminta Al Azhar menyalurkan dana bantuan ekonomi produktif untuk jamaah binaannya. ‘’Agar mereka punya penghasilan dari berdagang,’’ katanya.Ustadz Qoimudin juga berharap kepada kaum muhsinin untuk membangunkan rumah singgah bagianak-anak Botomuzoi yang bersekolah. ‘’Ini semacam asrama sederhana buat mereka, agar sekolah dan ngaji jalan semuanya,’’ tutur Ustadz.Request tersebut dibarengi dengan
komitmen da’i berdarah biru Flores ini untuk melanjutkan masa pengabdian. Tahun ini, masa tugasnya
memang habis.
‘’Saya siap mewakafkan hidup saya untuk dakwah,’’ katanya sambil meneken MoU penugasan kembali untuk dua tahun ke depan

April 26, 2010 at 6:15 am | Posted in Program Peduli Pendidikan | Leave a comment
Setiap Sabtu, rombongan santri dari Pondok Pesantren, Khulatosussalam, Kampung Kaum, Desa Pabuaran, Kemang, Bogor bertandang ke Rumah Gemilang Indonesia (RGI). RGI, pusat pendidikan dan pelatihan yang dibangun Al-Azhar Peduli Ummat. Rombongan yang berjumlah 17 santri itu, didampingi langsung Ustad Dimyati, pengasuh pondok. Santri laki-laki, berbusana sederhana lengkap dengan sarung. Sementara santri putri berjilbab rapi.
Mereka datang pukul 08.00, diantar mobil tua warna putih. Kendaraan itu disewa dari tetangga pondok. Jadi langganan, meski kerap mogok. Kalau ngadat di jalan, santri yang ganti mendorong, agar mobil itu bisa jalan kembali.
Tiba di RGI, mereka langsung dibawa ke ruang laboratorium komputer. Di antara santri, bertingkah malu-malu. Sebagian berbisik mengaku deg-degan. Selama ini, namanya komputer hanya akrab di pendengaran mereka, belum pernah menyentuh.
“Pernah memegang komputer?”
“Belum!” jawab santri serentak, tatkala pengajar komputer mengajukan pertanyaan. Semua jadi terbahak-bahak, lugu.
“Pak, anak-anak santri nggak ada yang bisa bahasa Inggris, kan komputer pakai bahasa Inggris. Bisanya cuma I love you”, celetuk Dimyati yang membuat semua orang tertawa.
Tapi, meski belum pernah belajar komputer, para santri tampak antusias. Pandangan pertama, membuat mereka jatuh hati untuk terus belajar.
“Santri tak boleh gaptek”, sindir seorang santri pada temannya, percaya diri.
Menurut Direktur Al-Azhar Peduli Ummat, M Anwar Sani, kegiatan Santri Melek Teknologi ini, merupakan rangkaian pemanfaatan RGI sebagai pusat pendidikan dan latihan untuk masyarakat.
“Ini bentuknya kursus pendek. Selain program reguler menjahit, desain grafis, videografi, dan fotografi. Santri-santri dari berbagai pondok dapat memanfaatkan kursus komputer di RGI ini, juga kursus-kursus keterampilan lain yang sedang kami siapkan”, terang Anwar Sani.
“Tapi jangan dicurigai. Hanya belajar komputer nanti dikira mau jadi teroris”, kelakar Sani.
Namun, karena keterbatasan ruang dan fasilitas, kursus singkat untuk santri ini baru dibuka kelas Sabtu dan Ahad. Jangan terkejut, jika hari Sabtu bersilaturahim ke RGI akan bersua santri-santri yang masih polos dan penuh jenaka.
Tiba-tiba, salah satu santri mengeluarkan ide kreatif, “Nanti kalau kita sudah bisa komputer kita buka rental. Lumayan untuk menghidupi pondok”.
Pesantren Khulatosussalam, dirintis tiga tahun lalu oleh Dimyati. Sepulang mondok dari berbagai pesantren di Jawa Barat dan Banten, ia pulang kampung dan membuka majelis. Muridnya kini 60 orang, dari warga sekitar sampai pendatang dari Jawa Barat. Pengajian seputar tafsir Al-Quran dan kitab kuning.
Pondok itu, tak begitu besar. Ruang utama dari bilik bambu dan serba sederhana. Operasional pondok dari usaha empang, warung kelontong, dan membuat peti kayu. Selain mendaras ilmu, santri juga dapat penghasilan dari usaha itu. Dimyati, menyerahkan semua urusan bisnis pada santrinya. Jika ada untung, semua untuk menopang kehidupan pondok, termasuk memberi makan santri. Dimyati bersama istri dan satu anaknya, memilih tinggal di sudut ruang majelis yang dibangun dari bilik bambu. Ia, jauh dari kesan mewah.
“Saya hanya mengetahui saja. Semua santri yang menjalankan, kita ajarkan pada santri untuk tahu bisnis sebagaimana Nabi dulu juga pengusaha”, terang Dimyati yang kini menginjak 27 tahun.
Jika para santri sudah paham komputer, Dimyati akan membuka ruang belajar kursus komputer untuk anak-anak sekolah di sekitar pondok. Meski di pinggiran jantung kota, kehidupan warga di sekitar pondok itu masih tertinggal. Kebanyakan generasinya hanya lulus SD.
“Komputer dari Al-Azhar Peduli Ummat, nanti untuk dimanfaatkan pondok dan masyarakat. Kita tidak hanya ngaji agama, tapi santri juga harus melek teknologi”, kata Dimyati.
“Dunia akhirat harus seimbang. Keluar dari pondok, mereka tidak hanya memahami agama dengan baik dan mengamalkannya. Tapi juga punya bekal untuk menjalani kehidupan agar masa depannya sejahtera”, tandas kyai muda itu visioner.
Semoga.
Pelatihan RGI
April 23, 2010 at 7:38 am | Posted in Uncategorized | Leave a comment
Rumah Gemilang Indonesia adalah tempat pelatihan untuk anak-anak Dhuafa agar memeiliki ketrampilan. Rumah Gemilang Indonesia memberikan pelatihan dalam jangka 3 bulan untuk setiap angkatan, Alhamdulillah Rumah Gemilang Indonesia telah meluluskan 48 siswa angkatan pertama dalam 3 jurusan antara lain: Menjahit, Design Graphis, Photography&Videography, dalam waktu dekat ini Rumah Gemilang Indonesia akan meluluskan kembali 87 siswa angkatan kedua. Rumah Gemilang Indonesia juga memberikan pelatihan pada para santri dan juga ibu-ibu rumah tangga. pelatihan diberikan setiap hari sabtu-minggu, pelatihan tersebut bertujuan agar siswa dan juga para santri dapat bersaing dizaman era globalisasi yang akan datang, tujuan pelatihan yang melibatkan para santri dan juga ibu-ibu rumah tangga diberi nama Santri Melek Tekhnologi dan juga ibu-ibu kreatif. Ibu-ibu diberi pelatihan agar kelak dapat membuka usaha atau bekerja sesuai dengan pelatihan yang diajarkan diRumah Gemilang Indonesia. dan kelak dapat membantu ekonomi keluarga mereka masing-masing
Lowongan
March 26, 2008 at 7:42 am | Posted in Uncategorized | Leave a commentDicari
Accounting Lembaga Amil Zakat
Al-Azhar Peduli Ummat
- Proaktif, Komunikatif dan kreatif
- Berpenampilan menarik
- Beraklakul Karimah
- Diutamakan S1
- Mampu berbahasa iggris dengan Baik
Kirimkan lamaran ke :
Al-Azhar Peduli Ummat
Jl. Sisingamangaraja Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12110
Telp.021-722 1504 Fax.726 5241
email: info@al_azharpeduli.com
lamaran di terima paling lambat akhir bulam Maret
Tegaknya Benteng Akidah
March 5, 2008 at 12:41 pm | Posted in Pemberdayaan | Leave a comment
Suasana haru mengggantung di langit Krakitan saat Azis Cahyo Nugroho, Direktur TPA HAMAS Al Kautsar menyampaikan sambutan saat peresmian TPA HAMAS, Selasa 19 September. Airmata bahagia tak terbendung, mengiring pelukan erat saat Azis menyerahkan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) pelaksanaan program Benah Madrasah dan Rumah Ibadah Pasca Musibah (BMRIPM) kepada M. Anwar Sani, Direktur Eksekutif LAZ Al Azhar, Jakarta.
“Sudah sepuluh tahun lebih kami merintis berdirinya gedung TPA yang insyaAllah akan menjadi ajang penggodokan generasi penerus berakhlak mulia, baru hari ini kerja keras dan cita-cita itu bisa terwujud,” ujar Azis terbata-bata.
TPA HAMAS Al Kautsar, merupakan salah satu TPA terbesar di Kabupaten Klaten, Jateng, dengan jumlah santri mencapai 250 anak. Sejak didirikan pada 1996, kegiatan pegajian berlangsung di rumah orangtua Azis di Dusun Krakitan, Kecamatan Bayat. TPA yang salah satu programnya berupa tartilisasi bacaaan ayat-ayat suci Al Quran, lambat laun kian menempati hati warga Krakitan dan sekitarnya, hingga rumah orangtua Azis tak sanggup lagi menampung luapan santri. Apalagi, kegiatan pengajian sudah berlangsung sejak pukul 14.00 hingga 21.00. Tak berlebihan kalau Azis bercita-cita mendirikan sebuah gedung permanen untuk TPA yang menyandang predikat TPA percontohan di tanah bagian harta waris yang dia wakafkan.
“Ibaratnya, saya mengumpulkan batu bata satu demi satu selama sepuluh tahun ini…” ujar dia mengenang perjuangannya.
Program BMRIPM yang mulai dilaksanakan pasca musibah gempa bumi di Jateng dan DIY (27/5), telah berhasil mendirikan kembali 14 bangunan madrasah dan rumah ibadah (masjid/mushola) di Klaten dan Bantul, DIY. “Dana kemanusiaan yang telah kami salurkan untuk program ini sekitar duaratus juta rupiah. Alhamdulillah, kami berhasil mengemban amanah ini sehingga masyarakat insyaAllah dapat melaksanakan ibadah tarawih ramadhan di mushola yang telah bangkit kembali,” ujar Anwr Sani bahagia.
Selain TPA HAMAS, peresmian program BMRIPM juga dilaksanakan di Madrasah Hasanah dan Mushola Al Ikhsan di dusun Wungu Mojosari, Srimartani, Kec. Piyungan, Bantul, sehari sebelumnya. Peresmian ditandai peandatanganan prasasti oleh Dr. H. Rusydi Hamka, Ketua Umum Yayasan Pesantren Islam Al Azhar. Selain dihadiri jajaran Pengurus YPI Al Azhar, acara yang dimeriahkan penampilan Dongeng Islami Kak Bimo dan Drama Islami El Quent Yogyakarta, juga dihadiri perwakilan donatur yang turut berperan dalam pembangunan kembali TPA Al Kautsar.
“Program ini memang terbuka bagi siapa saja yang memiliki tujuan dan niat yang sama untuk berpartisipasi di dalamnya, sehingga akan tercipta sinergi yang saling menguatkan,” Anwar Sani menjelaskan.
Dalam sambutannya, H. Rusydi Hamka menekankan pentingnya menyemarakkan kegiatan pengajian agama di madrasah-madrasah dan tempat-tempat ibadah sebagai benteng akidah masyarakat, terutama generasi penerus ummat muslim. “Pasca musibah gempa, banyak sekali pihak-pihak yang tidak sejalan dengan tuntunan agama Islam menawarkan berbagai bantuan yang ditumpangi misi untuk melemahkan akidah. Oleh sebab itu, YPI Al Azhar sengaja mengkonsentrasikan penyaluran bantuan untuk membangun kembali masdrasah dan rumah ibadah sebagai tempat pemupukan sekaligus benteng akidah,” ujar putra almarhum Buya Hamka. (jw)
KITA YANG BUTUH SEDEKAH
January 15, 2008 at 11:04 am | Posted in Artikel | Leave a commentSelama ini kita pikir, kalo kita bersedekah, maka orang lain lah yang butuh sedekah kita. Tapi pernahkah kita berpikir, bahwa kita lah yang butuh bersedekah? Bukan mereka? Kenapa? Karena jawabannya adalah dengan sedekah selain harta kita menjadi suci, sedekah pun punya banyak kelebihan/fadilah yang lain. Di antaranya mendatangkan rizki lebih banyak, menolak bala, menyembuhkan penyakit, memperpanjang umur, dan lain sebagainya.Alkisah, ada seorang supir yang datang ke seorang kyai. Supir ini meminta nasihat kepada kyai amalan apa yang bisa membuat rizkinya bertambah. Maksud sang supir, dia minta semacam zikir dan wirid kepada kyai. Sang kyai malah memintanya bersedekah. Supir tersebut protes, dia bilang, “Ada juga yang butuh sedekah, saya Pak Kyai. Karena saya hidup selalu dalam kekurangan.” Dia cerita, bahwa gajinya 800 rupiah. Dengan anak lima, dan semuanya sekolah, gaji segitu menjadi berat. Apalagi dia tinggal di kota besar, Jakarta. Di mana semua kebutuhan, mahal.Kyai tersenyum, “Kalau Bapak memposisikan sebagai penerima sedekah, maka posisi Bapak tidak akan diangkat oleh Allah. Kalau mau kaya, ya ambil posisi yang mengeluarkan sedekah. Kalau mau cukup, ya justru harus banyak sedekah. Banyak yang bersedekah menunggu cukup. Akhirnya, karena tidak cukup-cukup, ya akhirnya tidak bersedekah-sedekah. Dan walhasil, tidak pernah dicukupkan Allah. Sudah, keluarkan saja sedekah. Jangan banyak mikir. Katanya mau dicukupkan Allah. Nah, caranya sekali lagi ya bersedekah.”Akhirnya, supir tersebut bersedekah. Kebetulan dia bawa uang 100 ribu. Uang tersebut dititpkan ke kyai tersebut untuk disalurkan.
Bencana Pengundang Berkah
January 15, 2008 at 10:55 am | Posted in Artikel | Leave a commentMereka di isolasi di Syi’ib yang terletak di celah bukit di luar kota Mekah. Mereka tidak dapat berjumpa dengan sanak kerabat selain di bulan Haram. Mereka terpaksa hanya makan daun-daunan dan kulit-kulit pohon yang tipis, berpakaian apa saja yang dapat dikenakan.Beberapa saat setelah dicabutnya boikot, isteri tercinta Rasulullah saw, Khadijah ra meninggal dunia. Dan tidak lama berselang, paman yang membesarkan beliau, Abu Thalib juga meninggal dunia. Inilah tahun dinamakan Rasulullah saw sebagai Amul Huzni atau tahun duka cita. Ya Rasul salam alaika, Ya Nabi salam alaika, Ya Habib salam alaika, Salawatullah alaika…Ingatlah ketika Rasulullah saw pergi ke Thaif dengan harapan ada diantara mereka yang mendapat hidayah menerima dakwah beliau. Bukan saja adkwah beliau ditolak, bahkan penduduk Thaif berbaris di jalan-jalan yang dilalui Rasulullah saw, berteriak, mencaci, mencerca, menghina, mendustakan, dan mengancam beliau sambil melemparkan batu, kerikil, pasir kepada Rasulullah saw. Dengan kaki yang terluka Rasulullah saw berjalan terseok-seok, bahkan diriwayatkan, beliau terpaksa merangkak sambil terus diejek, ditertawakan, dan dicaci maki dengan perkataan yang kasar serta keji. Ya Rasul salam alaika, Ya Nabi salam alaika, Ya Habib salam alaika, Salawatullah alaika…Ingatlah ketika di perang Uhud Rasulullah saw dilempar potongan besi oleh Utbah bin Abi Waqas sehingga terluka wajah dan copot salah satu gigi depan beliau. Ibnu Qam’ah juga melempar potongan besi yang masuk menembus bagian dalam pipi beliau yang ketika dicabut oleh Abu Ubaidah dua gigi beliau ikut tanggal. Abdullah bin Syihab melempar batu sehingga dahi beliau luka parah. Ketika melangkah, Rasulullah saw terjatuh kedalam lobang yang digali oleh Abu Amir dan beberapa saat beliau pingsan. Ali ra dan Talhah segera menolong, beliau tersadar dan dapat berdiri tegak kembali.Ibnu Qam’ah mengira ia telah membunuh Rasulullah saw, padahal yang ia bunuh adalah Mus’ab bin Umair. Dengan lantang ia berteriak-teriak ”Muhammad telah terbunuh! Muhammad telah terbunuh! Muhammad telah terbunuh!” Timbul kegoncangan hebat dalam pasukan Muslim. Sabit bin Dahdah berteriak ”Jika betul Rasulullah saw telah mati terbunuh, biarlah beliau mati. Karena Allah jualah yang tidak akan mati selama-lamanya. Berpegang kokohlah pada agamamu. Allah sendirilah yang akan menolong dan memberi kemenangan”.Ketika perang Uhud usai, Abu Sufyan dengan congkaknya berkata, ”Apakah Muhammad masih hidup? Apakah Abu Bakar masih hidup? Apakah Umar masih hidup? Sungguh mereka telah mati terbunuh. Bila belum maka jawablah saya. Menanglah agama Hubal, mulialah agama Hubal. Bagi kita ada Uzza, dan bagi kamu tidak ada Uzza. Hari Uhud ini adalah balasan atas hari Badar”.Akhirnya Rasulullah saw menyuruh Umar untuk menjawabnya, “Allah penolong kita, dan tidak ada penolong bagimu. Tidak sama hari ini dengan hari Badar. Kematian kita di surga dan kematian kamu di neraka”. Ya Rasul salam alaika, Ya Nabi salam alaika, Ya Habib salam alaika, Salawatullah alaika…Penderitaan diatas penderitaan, kepedihan diatas kepedihan, kesedihan diatas kesedihan, tidak menggoyahkan keteguhan hati Rasulullah saw dan para sahabatnya. Mereka pun tidak tahu kapan semua itu akan berakhir, yang mereka tahu pertolongan Allah sungguh amat dekat.Banjir, longsor, gempa bumi, entah apa lagi bencana alam yang akan menimpa kita. Kita pun tidak tahu kapan ini semua akan berakhir, yang kita tahu Allah Maha Penolong. Yang kita tahu Allah menggerakkan hati hamba-hambaNya untuk menolong sesama. Saat ini kita menolong sesama, kali lain kita yang ditolong sesama.Menyerahkah kita kepada bencana yang datang? Berputus asakah kita pada keadaan ini? Tidakkah hati ini dapat rida akan qada qadar Allah? Ya Rasul salam alaika, Ya Nabi salam alaika, Ya Habib salam alaika, Salawatullah alaika… Cobaan kami tidak berarti dengan apa yang pernah Engkau alami Ya Rasul… Ampuni kami Ya Allah… Berkahi kami Ya Allah… Jadikan bencana ini penyebab bertambah dekatnya kami kepadaMu, dan pembuka pintu berkahMu.
—————————————
Partisipasi donasi kamanusiaan Anda dapat disalurkan malalui rekening an. YPI Al-Azhar:
BRI Syariah 723-31-16-0018-7
Bank Syariah Mandiri (BSM) 002-011-6222
Bank Danamon Syariah 005-8340-332
PermataBank Syariah 097-100-1828
Bank Central Asia (BCA) 070-303-6691
_________________________________________
Kepedulian Anda akan meringan penderitaan para korban bencana. Insya Allah….
AL-AZHAR PEDULI BENCANA
January 3, 2008 at 3:04 am | Posted in Uncategorized | Leave a comment|
BRI Syariah |
723-31-16-0018-7 |
| Bank Syariah Mandiri (BSM) | 002-011-6222 |
| Bank Danamon Syariah | 005-8340-332 |
| PermataBank Syariah | 097-100-1828 |
| Bank Central Asia (BCA) | 070-303-6691 |
Kepedulian Anda akan meringan penderitaan para korban bencana. Insya Allah….
Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.


